Ada pertemuan pasti ada perpisahan itulah yang selalu diucapkan setiap manusia, kata dari perpisahan emang sangat menyedihkan, tapi apa di kata perpisahan itu juga biasanya menimbulkan hal-hal yang positif, sebagai contoh perpisahan disekolah, pasti ada pesan-pesan dari guru untuk menjadi motifasi kita kedepan nya kelak, tidak mungkin juga yang nama nya sahabat bakalan sama-sama seumur hidup kan, itu lah yang biasanya selalu di ucapkan ketika menuju perpisahan (ada pertemuan pasti ada perpisahan). seperti contoh-contoh puisi di bawah ini
PUISI PERPISAHAN UNTUK ORANG TERDEKAT
PUISI PERPISAHAN UNTUK ORANG TERDEKAT
(GURU,TEMAN DAN SAHABAT)
Teman..
Sekian lama kita bersama
Membangun sebuah ikatan saudara
Kini telah tiba waktunya
Tuk kita ucapkan selamat jalan
Selamat tinggal teman..
Juga dengan hati yang berat
Tetesan dan linangan air mata
Ku bersyair hanya untuk
Engkaulah para penuntun umat
Para penerang masa depan
Guru-guruku
Jasamu akan ku ingat selalu
Mungkin perpisahan..
Sebuah akhir
Yang tak bisa kita hentikan..
Kebersamaan..
Juga hanya sebuah
Dongeng cerita kehidupan
Berbagi canda, duka dan cerita
Hilai tawa,usikan manja
Yang penuh jalinan indah
Hanyalah sebuah pengobat dikala duka
Kau akan kekal di dalam sanubari…
Di dalam mahligai hati….
Selamat jalan semua….
Penulis : Tanpa Nama
Puisi Perpisahan Sekolah
JASAMU JIWAKU
Tetesan keringat jerih payahmu..
Jemari-jemarinya luluh lantakan meja..
Di ajarkannya berdo’a dan bernyanyi…
Alun-alun semilir indahkan kedamaian cinta..
Menegakkan badan menghargai jasanya…
Menuruti langkahnya jejak pun ada..
Jiwanya memberikan pengorbananya..
Tinta-tinta bocor tumpahkan darahnya..
Lembaran pun tersobek-sobek singgasana..
Suaranya menggemakan dunianya…
Gertakan langkahnya dan detakan jantungnya..
Ku haturkan terima kasih kepadanya…
Wahai guruku…jiwaku…
Tanpamu aku tak akan bisa terbang hingga ke langit
Permata indah, indahkan cinta…
Gemerlap dari matamu selalu senyumkan hatiku..
Terima kasih guruku…
JASAMU JIWAKU
Tetesan keringat jerih payahmu..
Jemari-jemarinya luluh lantakan meja..
Di ajarkannya berdo’a dan bernyanyi…
Alun-alun semilir indahkan kedamaian cinta..
Menegakkan badan menghargai jasanya…
Menuruti langkahnya jejak pun ada..
Jiwanya memberikan pengorbananya..
Tinta-tinta bocor tumpahkan darahnya..
Lembaran pun tersobek-sobek singgasana..
Suaranya menggemakan dunianya…
Gertakan langkahnya dan detakan jantungnya..
Ku haturkan terima kasih kepadanya…
Wahai guruku…jiwaku…
Tanpamu aku tak akan bisa terbang hingga ke langit
Permata indah, indahkan cinta…
Gemerlap dari matamu selalu senyumkan hatiku..
Terima kasih guruku…
Di Tulis Oleh : Ama Gusti Azis
PERPISAHAN SEKOLAH
setiap pagi hingga siang hari
ku habisikan waktu mudaku di sekolah ini
belajar huruf dan angka penuh arti
matematika,kimia,fisika,hingga biologi
ekonomi,geografi,antropologi,hingga sosialogi
sesaat setelah ini
tak kanku temui lagi sosok tegas penuh wibawa
guru guruku yang tanpa lelah menanggung beban masa depan kita
sosok pahlawan, dengan semangat perjuangan '45 mencoba membagikan ilmunya
sosok monivator, yang setiap saat sekolah berpetuah ''terus semangat dan gapai cita-cita''
sesaat setelah ini
tak kanku temui lagi sosok riang penuh canda
sahabat-sahabatku tercinta
tak kanku temui lagi sosok sopan penuh iba
panjang gerbang, petugas kebersihan,hingga ibu kantin
perpisahan ini sangat berat 'ku ungkapkan
kelu sudah bibir ini terucapkan
namun,jangan menagis
hingga hatiku terasa teriris
karena suatu saat nanti
kita pasti bertemu kembali
selamat jalan
rambu lalu lintas kehidupan masih panjang tuk kita lewati
tetap semangat,kuat,dan genggam erat
menuntut ilmu dengan giat
harumkan nam bangsa dan negara suatu saat nanti
setiap pagi hingga siang hari
ku habisikan waktu mudaku di sekolah ini
belajar huruf dan angka penuh arti
matematika,kimia,fisika,hingga biologi
ekonomi,geografi,antropologi,hingga sosialogi
sesaat setelah ini
tak kanku temui lagi sosok tegas penuh wibawa
guru guruku yang tanpa lelah menanggung beban masa depan kita
sosok pahlawan, dengan semangat perjuangan '45 mencoba membagikan ilmunya
sosok monivator, yang setiap saat sekolah berpetuah ''terus semangat dan gapai cita-cita''
sesaat setelah ini
tak kanku temui lagi sosok riang penuh canda
sahabat-sahabatku tercinta
tak kanku temui lagi sosok sopan penuh iba
panjang gerbang, petugas kebersihan,hingga ibu kantin
perpisahan ini sangat berat 'ku ungkapkan
kelu sudah bibir ini terucapkan
namun,jangan menagis
hingga hatiku terasa teriris
karena suatu saat nanti
kita pasti bertemu kembali
selamat jalan
rambu lalu lintas kehidupan masih panjang tuk kita lewati
tetap semangat,kuat,dan genggam erat
menuntut ilmu dengan giat
harumkan nam bangsa dan negara suatu saat nanti
Penulis Oleh : NN
PUISI PERPISAHAN SEKOLAH UNTUK TEMAN-TEMAN
Wahai kawan..
Jalinan indah antara kita
Iringan canda dan tawa
Bersemi dalam sebuah kebersamaan
Antara kita dan semuanya.
Kini telah tiba saatnya.
Mentari pun telah padamkan sinarnya
Bersembunyi tenggelam di ufuk barat
Lalu kembali pada pagi hari selanjutnya
Meskipun berat kata terucap
Meskipun dalam hati ini tak menerima
Namun ini mungkin sebuah takdirNya
Tuk lewati sebuah perpisahan
Perpisahan hanya untuk sementara saja
Wahai kawanku..
Ku bersyair hanya untuk semuanya
Semua tentang rasa cinta dan kebersamaan
Ikatan keluarga yang telah kita bina
Selama tiga tahun lamanya..
Kisah ini mungkin sebuah cerita terindah
Cerita tentang pengalaman yang paling indah
Disaat duduk dibangku sekolah
Bersama dia, dan bersama semuanya..
Berbagi canda, duka dan tawa
Mengusik penuh sepanjang hari kita
Namun tidak untuk selamanya
Hanyalah obat dikala duka
Nostalgia dengan masa sekolah..
Wahai kawanku..
Ku ucapkan selamat tinggal
Semoga suatu saat nanti sukses bersama
Bersama kita berbagi cerita
Tentang hidup yang begitu indah.
Selamat jalan kawan..
Sukses selalu untuk semuanya.
Wahai kawan..
Jalinan indah antara kita
Iringan canda dan tawa
Bersemi dalam sebuah kebersamaan
Antara kita dan semuanya.
Kini telah tiba saatnya.
Mentari pun telah padamkan sinarnya
Bersembunyi tenggelam di ufuk barat
Lalu kembali pada pagi hari selanjutnya
Meskipun berat kata terucap
Meskipun dalam hati ini tak menerima
Namun ini mungkin sebuah takdirNya
Tuk lewati sebuah perpisahan
Perpisahan hanya untuk sementara saja
Wahai kawanku..
Ku bersyair hanya untuk semuanya
Semua tentang rasa cinta dan kebersamaan
Ikatan keluarga yang telah kita bina
Selama tiga tahun lamanya..
Kisah ini mungkin sebuah cerita terindah
Cerita tentang pengalaman yang paling indah
Disaat duduk dibangku sekolah
Bersama dia, dan bersama semuanya..
Berbagi canda, duka dan tawa
Mengusik penuh sepanjang hari kita
Namun tidak untuk selamanya
Hanyalah obat dikala duka
Nostalgia dengan masa sekolah..
Wahai kawanku..
Ku ucapkan selamat tinggal
Semoga suatu saat nanti sukses bersama
Bersama kita berbagi cerita
Tentang hidup yang begitu indah.
Selamat jalan kawan..
Sukses selalu untuk semuanya.
Karya : Wawan Setiawan
3 TAHUN BERSAMA DI SEKOLAH
Tiga tahun sudah
Bersama kita menapak asa
Merajut makna meniti kasih
Mengikat rasa menjalin bakti
Satu bahtera arungi samudra,
Tawa
Tangis
Dan rindu menyatu
Tiga tahun sudah
Bahtera kita terombang ambing
Diantara badai dan gelombang
Kadang menepi terbawa arus jaman
Kadang ke tengah tergulung ombak
Dan terhempas diantara karang,
Hancur
Lebur di antara buih-buih ketakutan,
Takut...
Takut ...
Dan takut..
Derit buritan kapal kita,
Tiga tahun sudah
Kita bersama meniti jembatan cita,
Bersatu hati Dalam amarah,
rindu dan benci.
Bapak dan Ibu Guru
Sahabat dan adik-adikku
Tiada kata dapat terungkap
Tuk mengucap sejuta maaf dan terimakasih
Walau harus terpisah oleh jarak dan waktu
Namun ku yakin
Hati kita tetaplah satu,
Selamat tinggal.... Bapak dan Ibu Guru
Selamat tinggal.... adik-adikku
Selamat jalan .....sahabat...
Tiga tahun sudah
Bersama kita menapak asa
Merajut makna meniti kasih
Mengikat rasa menjalin bakti
Satu bahtera arungi samudra,
Tawa
Tangis
Dan rindu menyatu
Tiga tahun sudah
Bahtera kita terombang ambing
Diantara badai dan gelombang
Kadang menepi terbawa arus jaman
Kadang ke tengah tergulung ombak
Dan terhempas diantara karang,
Hancur
Lebur di antara buih-buih ketakutan,
Takut...
Takut ...
Dan takut..
Derit buritan kapal kita,
Tiga tahun sudah
Kita bersama meniti jembatan cita,
Bersatu hati Dalam amarah,
rindu dan benci.
Bapak dan Ibu Guru
Sahabat dan adik-adikku
Tiada kata dapat terungkap
Tuk mengucap sejuta maaf dan terimakasih
Walau harus terpisah oleh jarak dan waktu
Namun ku yakin
Hati kita tetaplah satu,
Selamat tinggal.... Bapak dan Ibu Guru
Selamat tinggal.... adik-adikku
Selamat jalan .....sahabat...
Penulis : Tanpa Nama
PUISI PERPISAHAN SEKOLAH
CELOTEHAN PENA
Dalam puing-puing dedaunan.
Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna.
Jauh ku arungi arti dari sebuah perjumpaan , dalam butiran do’a.
Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya__sebuah perjumpaan.
Denyut nadi tak bisa berhenti.
Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu.
Dari sebuah titik menjelmalah menjadi garis yang berlalu-lalang.
Itulah seumpamanya.
Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,
Yap...lebih tepatnya sebuah keakraban.
Lajur kehidupan memang di takdirkan untuk berputar , begitu pula alur cerita ini__perjumpaan.
Sekian Lama tinggal di bukit suka.
Kini aku terjatuh , jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan.
Dari rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu__duka dan sakit.
Tertatih , tapi bukan seras pedih
Selayaknya mentari yang selalu menyinari , aku masih terus berfikir.
Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan ??
Suara hati mengerutkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan.
Malam berlalu.......
Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagiaku.
Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini,petir bagaikan dukaku.
Hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun , hujan bagaikan tangisanku.
Bagian dari suasana hatiku.
Hujan berhenti.....Tahukah kau bintang....?
Tersadar akan ini , tak perlu terluka dalam nestapa , bahagiaku dengan manja.
Aku merasa cukup dengan semua itu__perjumpaan dan keakraban.
Walau manakala kata “perpisahan” mengglegar di telingaku , aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan.
Namun,,,,Kini ku menyadari...
Di dunia ini.........
Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,
Begitu pula sebaliknya...
Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi.
Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal .
Semua yang berawal adalah akhir Dan semua yang berakhir adalah awal
CELOTEHAN PENA
Dalam puing-puing dedaunan.
Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna.
Jauh ku arungi arti dari sebuah perjumpaan , dalam butiran do’a.
Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya__sebuah perjumpaan.
Denyut nadi tak bisa berhenti.
Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu.
Dari sebuah titik menjelmalah menjadi garis yang berlalu-lalang.
Itulah seumpamanya.
Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,
Yap...lebih tepatnya sebuah keakraban.
Lajur kehidupan memang di takdirkan untuk berputar , begitu pula alur cerita ini__perjumpaan.
Sekian Lama tinggal di bukit suka.
Kini aku terjatuh , jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan.
Dari rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu__duka dan sakit.
Tertatih , tapi bukan seras pedih
Selayaknya mentari yang selalu menyinari , aku masih terus berfikir.
Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan ??
Suara hati mengerutkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan.
Malam berlalu.......
Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagiaku.
Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini,petir bagaikan dukaku.
Hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun , hujan bagaikan tangisanku.
Bagian dari suasana hatiku.
Hujan berhenti.....Tahukah kau bintang....?
Tersadar akan ini , tak perlu terluka dalam nestapa , bahagiaku dengan manja.
Aku merasa cukup dengan semua itu__perjumpaan dan keakraban.
Walau manakala kata “perpisahan” mengglegar di telingaku , aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan.
Namun,,,,Kini ku menyadari...
Di dunia ini.........
Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,
Begitu pula sebaliknya...
Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi.
Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal .
Semua yang berawal adalah akhir Dan semua yang berakhir adalah awal
Puisi Di Tulis Oleh: Thiany Sii Grey Cappucino
PUISI PERPISAHAN SAHABAT DAN TEMAN TEMAN
Hening malam …
Temani langkah kakimu tuk berpijak
Sinar rembulan …
Terangi jalanmu untuk kembali
Kata maaf yang kau ucap sebelum kau pergi.,
Slalu ku ingat dalam bena’ku
Senyum lugu dari bibirmu.,
Selalu terbayang olehku
Mungkin ini yang terbaik
Tapi bukan ini yang kuingin
Bukan ini yang kuharap
Bukan perpisahan
Hening malam …
Temani langkah kakimu tuk berpijak
Sinar rembulan …
Terangi jalanmu untuk kembali
Kata maaf yang kau ucap sebelum kau pergi.,
Slalu ku ingat dalam bena’ku
Senyum lugu dari bibirmu.,
Selalu terbayang olehku
Mungkin ini yang terbaik
Tapi bukan ini yang kuingin
Bukan ini yang kuharap
Bukan perpisahan
Puisi Di Tulis Oleh: Segaca Galuh
Sudah dulu ya sedikit postingan puisi dari saya, mudah-mudahan berguna bagi yang membaca dan menjadi panutan bagi yang membaca nya.
NB: Yang merasa penulis dari puisi ini tolong sisipkan nama di kolom komentar dan berikan bukti kalau anda penulis nya biar bisa di tulis siapa pengarang nya. terimakasih buat teman-teman semuanya


1 komentar:
wah asikk ada banyak.. bisa milih2 nihh
makasih ya buat sharing puisinyaa :)