banyak arti-arti dari sebuah cinta dan salah satunya Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah maka ia akan menjadi sebuah ibadah, Dan sebaliknya, cinta jika tidak sesuai dengan ridho allah maka akan menjadi sebuah perbuatan yang maksiat. Berati memang jelas bahwa cinta bisa diukir dalam sebuah ibadah hati yang bila keliru menempatkan -nya akan menjatuhkan kita ke dalam suatu yang dapat dimurkai Allah SWT yaitu kesyirikan dalam bentuk apapun itu. seperti tertulis beberapa puisi tentang percintaan di bawah ini.
MAKNA SEBUAH CINTA…
Di Karya Oleh : Langga G.
Perlahan Menawarkanku Satu Bintang Yang terindah
Aku yang masih menunggunya dibalik Tirai selimut Malam,
Tetapi………!!!!!
Siapa yang aku tunggu itu?
Tuhan tak pernah mau memberikanku Kejelasan
Malam yang semakin Larut menusuk kerangkaku yang rapuh
Dingin…, Dingin, Suara angin yang ternyiang kencang ditelingaku…………….!!!!!!!!!!
Ada apa dibalik Kesunyian yang menguji ketegaran Sang Penikmat malam ini?
Kosong…,
Gelap dan nyanyian Rindu kepada Gadis Pujaan hati
mulai terekam kembali dalam ingatanku
Siapakah Dirinya…….??
Tuhan,
Jangan KAU siksa aku dengan perasaan Bimbang ini,
INDAH NYA CINTA
Karya : Silvia Yanti
Cinta datangnya dari hati
bukan datangnya dari kata-kata
cinta indah jika saling menyayangi
bkan saling memendam rasa
“indahnya sekuntum bunga jika dihiasi
indahnya cinta jika saling berbagi
harumnya semerbak kuntum di pagi hari
yang membuat mekarnya jiwa dan hati
“warna-warni pelangi hanya milik cinta
bintang -bintang kecil hanya milik berdua
bulan bersinar akan menerangi gelapnya jiwa
putih lembutnya kain sutera bagaikan kesetiaan cinta
CINTA YANG AGUNG
Karya Kahlil Gibran
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya.
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia.
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu.
Apabila cinta tidak berhasil
Bebaskan dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi.
Ingatlah,bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.
Tapi, ketika cinta itu mati..
kamu tidak perlu mati bersamanya
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh..
dan masih peduli terhadapnya.
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia.
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu.
Apabila cinta tidak berhasil
Bebaskan dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi.
Ingatlah,bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.
Tapi, ketika cinta itu mati..
kamu tidak perlu mati bersamanya
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh..
KEINDAHAN CINTA
KARYA : No Name
cinta….
entah, apakah kata itu berarti bagiku
akankah aku pernah merasakan keindahannya
kedahsyatannya, dan kelembutannya
rasanya mustahil…
sesuatu yang tak kan pernah terlintas dalam setiap langkah hidupku
namun, ternyata waktu berkata lain
sentuhan kata-katamu mampu menggapai relung jiwaku
untaian kalimatmu mampu membuatku berpaling
sesaat menikmati keindahan rasa itu
aku tak ingin berpaling lagi
selamanya ingin kuberlindung di dalam kehangatan auramu
cinta…
sesuatu yang tak kan pernah kubayangkan
mampu mengusik kesunyianku
Sebagaimana telah di ucapkan, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati
yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah
yang lain.
Allah berfirman:
- “Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
- “Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
- “Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
Adapun dalil dari hadits Rasulullah adalah hadits Anas yang telah
disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam
Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain
keduanya.”

